Tampilkan postingan dengan label perjalanan aman dan nyaman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label perjalanan aman dan nyaman. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 Desember 2021

Syarat Perjalanan Kereta Api Jarak Jauh selama Nataru 2021

Aturan perjalanan dengan kereta api jarak jauh pada periode 24 Desember 2021 sampai dengan 2 Januari 2022

Saat ini tiket Kereta Api yang diperasikan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) pada masa Natal dan Tahun Baru 2022 sudah dapat dipesan oleh masyarakat melalui aplikasi KAI Access, website KAI, dan seluruh channel resmi penjualan tiket KAI lainnya.

Pada masa Natal dan Tahun Baru 2022 ini pula, para pegawai KAI juga akan melakukan posko di berbagai daerah. Posko tersebut bertujuan untuk memastikan pelayanan berjalan dengan lancar, protokol kesehatan diterapkan secara disiplin, serta memastikan sarana dan prasarana kereta api dalam kondisi yang andal.

Pada masa Natal dan Tahun Baru 2022, KAI akan tetap mengoperasikan kereta api untuk membantu konektivitas masyarakat yang ingin bepergian dengan aman dan nyaman.

“KAI konsisten menerapkan protokol kesehatan secara disiplin pada layanan Kereta Api sesuai ketentuan dari pemerintah selama masa pandemi Covid-19,” ujar VP Public Relations KAI Joni Martinus.

“Tujuannya untuk menghadirkan layanan kereta api di masa natal dan tahun baru 2022 yang aman, nyaman, selamat, dan sehat,” tegas Joni.

Pelanggan yang naik kereta api harus dalam kondisi sehat (tidak menderita flu, pilek, batuk, hilang daya penciuman, diare, dan demam), dan suhu badan tidak lebih dari 37,3 derajat celsius. Pelanggan diwajibkan untuk menggunakan masker kain 3 lapis atau masker medis yang menutupi hidung dan mulut. Pelanggan juga tidak diperkenankan untuk berbicara satu arah maupun dua arah melalui telepon ataupun secara langsung sepanjang perjalanan.

Tidak diperkenankan untuk makan dan minum sepanjang perjalanan bagi perjalanan yang kurang dari 2 jam, terkecuali bagi individu yang wajib mengkonsumsi obat dalam rangka pengobatan yang jika tidak dilakukan dapat membahayakan keselamatan dan kesehatan orang tersebut.

KAI juga telah mengintegrasikan aplikasi Peduli Lindungi dengan sistem boarding KAI. Integrasi ini terwujud melalui kerjasama antara KAI dan Kementerian Kesehatan dengan tujuan untuk mempermudah pelanggan, memperlancar proses pemeriksaan dokumen, dan menghindari pemalsuan dokumen.

KAI menyediakan 80 stasiun yang melayani Rapid Test Antigen di stasiun dengan tarif Rp45.000. Layanan Rapid Test Antigen di stasiun ini untuk membantu masyarakat dalam memenuhi persyaratan bepergian menggunakan Kereta Api Jarak Jauh di masa pandemi Covid-19.

Selain tersebut di atas berikut aturan perjalanan selama periode Natal 2012 dan tahun Baru 2022 :




Rabu, 23 Januari 2013

Penggunaan ATP untuk mengurangi resiko kecelakaan kereta api

Uji coba teknologi Automatic Train Protection (ATP)

Kecelakaan kereta api sering kali menimbulkan kerugian harta, cedera, bahkan hilangnya nyawa yang tidak sedikit. Sementara faktor manusia selalu dituduh sebagai penyebab utama. Kelalaian, faktor fisik dan sebagainya adalah manusiawi namun bagaimana caranya untuk meminimalisasi kemungkinan terjadinya kecelakaan adalah tugas dari berbagai pihak, baik pemerintah, manajemen KAI, masinis, penjaga pos / stasiun kereta, karyawan KAI yang lain, maupun masyarakat sekitar rel dan pengguna kereta api.
Tubrukan kereta dengan kereta maupun kereta anjlok masih terjadi dari tahun ke tahun, yang disinyalir akibat kelalaian masinis dalam bentuk pelanggaran sinyal maupun batas kecepatan.
Walaupun belum semua fungsi diujicobakan dan masih akan dilakukan ujicoba berikutnya namun ujicoba Automatic Train Protection (ATP) yang dilakukan Direkrorat Jenderal (Dirjen) Perkeretaapian 22 Januari 2013 kemarin diharapkan menjadi langkah maju untuk perbaikan manajemen keselamatan kereta api.
Uji coba dilakukan di rel antara Solo - Yogya, menjelang stasiun Delanggu, Klaten dan Lempuyang. Walaupun berhasil baik namun belum diujicobakan pada kecepatan kereta normal yang mencapai 80 km/jam.
ATP adalah perangkat keselamatan yang fungsi dasarnya melakukan pengereman dan pengaturan kecepatan kereta berdasarkan informasi kompatible dari sinyal atau batas kecepatan yang diizinkan. Informasi tersebut dikirim dari jalur kereta ke sarana/lokomotif dengan cara kopling medan magnet resonansi saat loco balise melewati track balise. Informasi dari jalur tersebut mengaktifkan proses kendali prosedur masinis saat mengendarai kereta/lokomotif. Jika dibutuhkan sistem ATP akan melakukan pengereman demi meningkatkan nilai keselamatan perjalanan kereta bila masinis kurang memperhatikan sinyal atau tidak menurunkan kecepatan pada lintasan yang ada pembatasan kecepatan atau pada jalur lengkung.
Fungsi ATP mirip dengan Automatic Train Stop (ATS), namun ATS lebih terfokus pada fungsi pengereman saja yaitu langsung melakukan emergency break pada titik tertentu bukan pengendalian kecepatan.
ATP merupakan pengembangan yang memiliki kelebihan seperti : dapat dibuat secara online monitoring, menggunakan recorder, reliability, independent, kompatibel, failsafe, dan ada tahapan gradasi pengereman.



Rabu, 21 November 2012

Mengamankan Data Sebelum Travelling

Bukan hanya di Indonesia, beberapa negara lain memiliki tingkat kejahatan yang malah lebih parah dibandingkan di negeri ini. Pencopetan, perampokan atatu justru kelalaian turis sendiri bisa mengakibatkan dokumen-dokumen yang penting hilang begitu saja. Rasisme mungkin juga memicu tingkat kejahatan pada pendatang dengan taraf yang lebih tinggi terutama di negara yang tidak bersahabat dengan pendatang dan aparat yang berwajib seakan enggan untuk membantu.
Untuk mengurus dokumen-dokumen itu tentu saja membutuhkan waktu dan biaya. Bisa-bisa perjalanan kita yang semestinya untuk dinikmati justru berbuah malapetaka.
Kita tentu akan sangat kesal jika kita sampai kehilangan tas kita yang mungkin berisi paspor, tiket pulang maupun dokumen-dokumen lain seperti asuransi. Apalagi uang pun ikut raib, Kartu ATM, dan Kartu kredit pun raib begitu saja. Hmmm... kalau sudah begini bagaimana mengurus yang lain ya, apalagi untuk bisa pulang ke rumah atau kampung halaman?
Jaman sudah maju, teknologi juga sudah semakin murah tinggal kita yang mesti paham bagaimana menyikapinya. Mungkin sedikit repot di awal, namun jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti di atas, kita bisa sedikit mengurangi beban kita sendiri.
Saya menyarankan anda yang ingin bepergian untuk selalu membackup data anda secara elektronik dan menyimpannya di tempat yang bisa dengan mudah untuk anda akses. Sempat saya lihat beberapa teman menyimpan itenerarynya di Facebook yang mungkin bisa dia cetak seandainya tiket pulangnya hilang. Lagipula sekarang airlines menggunakan tiket elektronik, kan?
Jadi apa yang yang harus kita lakukan sebelum travelling?
Langkah pertama tentu saja anda harus menscan dan menyimpan data-data yang diperlukan.
Langkah kedua, menyimpannya di tempat yang bisa anda akses di mana saja.
Anda juga bisa menggunakan web anda sendiri maupun tempat penyimpanan elektronik lainnya. Bahkan google juga memiliki tempat penyimpanan seperti itu, silahkan cek dengan kata kunci "google document". Anda tentu menemukannya di halaman pertama.
Untuk document seperti kartu kredit yang bersifat rahasia, saya lebih suka menggunakan email saja. Cukup buat email baru dengan attachment data yang diperlukan dan mengosongkan alamat tujuan. Jika anda menggunakan Gmail tentu akan ditawarkan untuk menyimpannya sebagai draft.
Atau anda juga bisa mengirimkan email itu tentu saja ke alamat anda sendiri maupun orang yang sangat anda bisa percayai.
Cukup dua langkah yang saya kira akan dengan mudah kita lakukan. Toh scanner juga sekarang sudah sangat murah bahkan gabung dengan printer, kalau pun tidak ada bisa dilakukan di warnet dengan harga yang juga sangat murah, kan ? Atau gunakan saja handphone yang anda punya untuk mengambil gambar (jaman sekarang tentunya hampir semua sudah punya handphone dengan fasilitas ini, kan?) dan menyimpan data anda di handphone. Walau demikian ada baiknya langkah kedua juga anda lakukan seandainya handphone anda juga raib.

Rabu, 31 Oktober 2012

Bagaimana jika pilot tidur di pesawat ? (I)

Bolehkan pilot tidur di pesawat ? Bukankah jika pilot tidur di pesawat akan membahayakan penerbangan dan penumpang? Berbahayakah untuk terbang jika pilotnya ternyata ketiduran? Selama ini kan kokpit selalu tertutup bagaimana kita tahu apa yang sedang terjadi kokpit ? Pertanyaan itu mengemuka setelah 2 peristiwa yang terjadi beberapa waktu belakangan di Inggris.
Peristiwa pertama di mana pilot sedang ke toilet dan mencoba menghubungi copilot lewat radio agar bisa masuk ke kokpit namun tidak ada respon. Kapten pilot kemudian menggunakan kode untuk bisa masuk ke dalam kokpit. Ia menemukan kalau copilot tertidur di atas kontrol pesawat.
Pilot yang lain juga tidak bisa masuk ke kokpit dan harus menggunakan kode masuk dan menemukan kopilot tertidur pulas di kokpit bahkan ia harus menggoyang-goyangkan badan rekannya itu untuk membangunkannya.
Tahun sebelumnya pilot SAS yang menerbangi Copenhagen - Stockholm juga tertidur di kokpit saat rekannya keluar. Ia baru bangun setelah rekannya terus-menerus menyalakan bell pintu kokpit.
"I was extremely tired and had to fight to keep my eyes open," kata sang pilot yang saat itu melakukan penerbangan ke-4 pada hari tersebut.
Walaupun flight manager airlines tersebut berusaha menutupi kejadian semacam itu, "that it was unusual for the pilots to fall asleep on duty, but added that airline would not take any disciplinary action against the pilot" namun dalam kenyataannya hal tersebut biasa terjadi. Mungkin itu sebabnya dia tidak akan melakukan tindakan atas hal semacam itu.
Survey mengatakan 43% pilot tertidur dalam penerbangan dan sepertiga dari mereka saat bangun menemukan bahwa rekannya juga sedang tidur.
Bulan lalu sekelompok pilot menyatakan keprihatinannya atas proposal Uni Eropa agar pilot masih diperbolehkan landing setelah 22 jam terbangun. Rinciannya 11 jam terbang tambah waktu standby + perjalanan ke bandara.
Bahkan Asosiasi Pilot Inggris ( British Airline Pilots Association / BALPA) langsung menemui parlemen untuk melakukan dengar pendapat tentang hal ini. Sebelumnya European Aviation Safety Agency (EASA) ingin melakukan harmonisasi peraturan keselamatan udara di benua tersebut. Dalam proposalnya EASA mengijinkan pilot untuk terbang lebih jauh bahkan sampai California tanpa crew tambahan.
Namun menurut BALPA rencana tersebut tidaklah lebih aman daripada praktek yang selama ini terjadi di Inggris, perubahan pola menjadi shift dan pengurangan persyaratan jumlah crew dalam penerbangan jarak jauh dapat meningkatkan kemungkinan pilot tertidur di kokpit. Untungnya dalam revisi terbaru proposalnya, EASA sudah mempertimbangkan jam terbang maximal di Eropa juga hal-hal yang diperlukan agar airlines bertanggungjawab secara hukum berkenaan penanganan pilot yang kelelahan.
Seorang Kapten Pilot, Chesley "Sully" Sullenger yang terkenal dengan pendaratan di Sungai Hudson, mengakui jika ia tidak mungkin bisa melakukan pendaratan yang menakjubkan (The Miracle on the Hudson) seperti itu jika ia tidak cukup tidur. "Had we been tired, had we not gotten sufficient rest the night before," katanya, "we could not have performed at the same level."

Selasa, 09 Oktober 2012

Cobalah lakukan tips berikut ini jika ingin liburan anda berantakan, sebaliknya jika tidak jangan dilakukan jika anda ingin perjalanan liburan yang nyaman dan aman:

1. Melupakan passport maupun KTP
Lupa membawa passport saat akan bepergian ke luar negeri pastilah membuat anda tertahan di bandara. Untuk mengambilnya lagi pastilah butuh waktu, itu pun jika anda ingin beresiko ketinggalan pesawat. Saat berangkat bersama istri/suami mungkin saja anda saling mengandalkan bahwa pasangan anda yang membawa kartu identitas itu namun karena tidak saling recek bukan tidak mungkin anda berdua melupakannya. Cek-in di hotel, menyewa kendaraan di tempat tujuan, menyewa peralatan di tempat liburan tentunya membutuhkan identitas. Jadi, lupakan semua identitas anda jika ingin liburan anda kacau.

2. Percaya promosi yang berlebihan
Mungkin anda melihat promosi hotel yang super keren dan harga murah saat melihat web-sitenya. Namun bukan tidak mungkin anda akan tertipu karena tipuan kamera, editing foto, maupun sudut pengambilan gambar. Terkadang berdasarkan foto lokasi saja, bangunan disebelah yang mengganggu pemandangan, halaman belakang yang mungkin kuburan, kawat berduri, maupun papan peringatan dilarang berenang, awas ikan hiu/ubur-ubur beracun/bajak laut. Dan anda memesan hotel di tepi pantai seperti itu ?

3. Berpikir bahwa cuaca akan selalu menyenangkan
Di sini hanya ada musim kemarau dan musim hujan. Saat anda melihat foto menara eiffel yang gemerlap atau kincir angin di belanda, maupun mekarnya bunga sakura dengan lingkungan sekitarnya yang dipenuhi bunga-bunga yang indah, anda berpikir saat anda ke sana keadaan akan seperti di foto ? Belum tentu, pada musim dingin bunga-bunga tidak mekar dan seakan mati. Tubuh kita tidak sama dengan orang luar yang sudah terbiasa dengan udaranya, itupun mereka menggunakan jaket tebal.

4. Mabuk-mabukan
Mungkin jarang terjadi di negeri ini karena aturan yang cukup ketat. Namun terkadang ada juga calon penumpang pesawat yang sulit tidur saat akan perjalanan jauh sehingga berkumpul dengan teman-teman atau saudara dan minum-minum. Akibatnya, saat akan berangkat mereka mulai mabuk dengan mata merah. Tidak jarang mereka mulai mengganggu penumpang lain, cobalah anda lakukan itu pada petugas check-in, petugas keamanan bandara, maupun menggoda pramugari yang memang cantik. Hampir pasti liburan anda akan berantakan.

5. Penyelundupan narkoba
Saat berkunjung ke Thailand mungkin anda cukup mudah mendapatkan heroin atau mendapatkan ekstasi di Belanda, namun cobalah untuk membawa itu ke negeri ini atau Malaysia. Kedua negara sudah menerapkan aturan yang sangat berat mengenai hal ini sampai hukuman mati. Di Malaysia waktunya lebih cepat dari sejak ditangkap, diadili dan dieksekusi.

6. Waktu yang mepet
Anda berpikir bahwa masih banyak cukup waktu untuk berangkat ke bandara, ternyata tidak cukup dan anda terlambat. Saat akan berlibur lebih baik anda menunggu 5 jam di bandara daripada tidak jadi berangkat dan tiket hangus, belum lagi pesanan hotel yang mungkin sudah dibayar namun tidak dapat digunakan. Banyak yang mesti dipertimbangkan agar anda tidak terlambat, jalanan yang kadang macet parah, antrian masuk bandara, antrian di check-in counter, belum lagi resiko kendaraan rusak di jalan atau supir ditilang karena ngebut atau melanggar rambu lalu lintas. Jadi, santai saja berangkat ke airport jika ingin liburan anda kacau.

7. Candaan yang berlebihan tentang tas bawaan anda kepada staf bandara
Bercanda memang harus tahu batasnya, tahu audiencenya, tahu tempatnya. Bercanda dengan mengatakan bahwa anda membawa beberapa kilo bahan peledak, membawa ratusan binatang yang hampir punah/melata/menjijikkan seperti kodok dan ular, potongan tubuh hampir pasti membuat anda didakwa perbuatan tidak menyenangkan maupun pasal-pasal lain yang memberatkan anda. Kalaupun anda mengaku membawa barang terlarang lain maka perlu proses untuk membawanya. Airport daerah sensitif terutama berhubungan dengan keamanan, para staf sudah di training/briefing jika ada resiko kemungkinan teror dan prosedur yang harus dilakukan.

8. Tidak menghormati adat istiadat setempat
Mungkin anda melihat pakaian orang bule di pantai-pantai Bali atau pun kebiasaan minum bir di Amerika entah lewat TV atau media lain dan anda mencoba untuk menirunya. Cobalah lakukan itu di Aceh atau negara-negara Arab.

9. Tidak membeli asuransi perjalanan
Terkadang kita berpikir untuk berhemat saja dan lebih baik menggunakan biaya asuransi untuk membeli oleh-oleh saat pulang nanti. Resiko kehilangan tas berisi barang, uang, dompet bisa menyulitkan anda. Tapi bagaimana jika anda keseleo hingga harus mendapat perawatan medis setelah asik menuruni bukit, terpukul papan selancar, atau pun sedang apes jatuh dari atau terserempet motor / sepeda.

10. Tinggalkan anak-anak
Masih ingat film "Home Alone" bagaimana akhirnya liburan mereka batal. Tentu saja anda tidak ingin meninggalkan anak anda yang masih SD di rumah tanpa pengawasan orang tua. Bagaimana dengan remaja ? Walaupun sudah ada pernyataan bahwa mereka tidak akan berpesta, hal itu bisa pula diartikan bahwa mudah-mudahan liburannya cukup lama sehingga kami bisa bebas di rumah ataupun di tempat teman.