Tampilkan postingan dengan label teknisi pesawat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label teknisi pesawat. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 November 2013

Wide Body Aircraft

Pesawat Berbadan Lebar

Penggolongan Jarak Tempuh dalam gambar dan angka

Jarak tempuh berbagai jenis pesawat

Jumlah penumpang pesawat berbadan lebar 2004-2013
Jumlah pesawat berbadan lebar yang aktif 2004-2013

Rata-rata usia pesawat
Pesawat berbadan lebar yang masih aktif
Perbandingan Jumlah Penumpang
Komposisi jumlah pesawat berbadan lebar yang masih aktif

Jumat, 18 Oktober 2013

Pesawat ke-2 Airbus dari tipe A350 memasuki program uji terbang

Setiap jenis pesawat baru harus menyelesaikan serangkaian pengujian sebelum layak untuk dilepas ke publik.

Uji Terbang A350 XWB
Pesawat A350
Setelah pesawat pertamanya MSN 1 mengumpulkan 330 jam terbang dalam kurang lebih 70 flight, MSN 3 telah terbang dari pabriknya di Touluse dalam penerbangan perdananya.
MSN 3 dilengkapi dan dipersiapkan untuk uji performa seperti pendahulunya MSN1. Sedangkan MSN 2 dipersiapkan untuk terbang dengan layout interior kabin.

Selain itu masih ada 3 pesawat lagi yang dipersiapkan untuk flight test ini.
Walaupun saat ini dimana pesawat masih harus menyelesaikan serangkaian test untuk sertifikasi namun sampai akhir bulan September 2013, Airbus telah mengantongi 725 pesanan A350, seperti dilansir oleh flightglobal.

Jumat, 31 Agustus 2012

Karir / lowongan kerja baru dalam industri penerbangan

Sejalan kebutuhan akan transportasi yang cepat, aman dan nyaman, Industri penerbangan akan berkembang dengan cepat. Hal itu tentu saja akan membuka lapangan kerja / karir baru di industri ini. Kebutuhan jumlah pegawai akan terus meningkat setiap waktu sejalan makin tingginya jumlah armada yang dioperasikan operator penerbangan.

Boeing, sebagai perusahaan pembuat pesawat terbesar saat ini, memprediksi kebutuhan ratusan ribu pilot dan teknisi baru dalam 20 tahun ke depan. Kawasan Asia pasifik diprediksi membutuhkan 185.600 pilot dan 243.500 teknisi. Yang terbesar diantaranya adalah Cina yang diprediksi membutuhkan 71.300 pilot dan 99.400 teknisi. Khusus untuk Asia Tenggara membutuhkan 51.500 pilot dan 67.400 teknisi.
Prediksi tersebut tentu bukan tanpa alasan, Boeing tentu telah melihat trend pertumbuhan jumlah penumpang, pesanan pesawat maupun hal-hal lain yang dapat dijadikan referensi untuk prediksi tersebut.
Khusus untuk Indonesia, kita dapat saksikan airlines-airlines besar mulai mendatangkan ratusan pesawat baru. Garuda dan Lion mendominasi pembelian pesawat baru dengan nilai kontrak yang sangat besar.
Untuk mengimbangi pertumbuhan jumlah armadanya, airlines bukan hanya membutuhkan pilot dan teknisi. Profesi seperti pramugari, ground handling, marketing and back office pun, tentu saja akan meningkat dengan jumlah yang tentu saja lebih besar daripada pilot dan teknisi.
Untuk kelancaran bisnis ini maka otoritas penerbangan ataupun airport pun tentu saja akan membutuhkan tenaga-tenaga baru yang lebih banyak terutama untuk air traffic control ataupun tenaga-tenaga penunjang kebandaraan lainnya.
Tidak akan lama lagi akan muncul iklan lowongan-lowongan pekerjaan baru di media massa akibat kurangnya tenaga di bidang ini. Penulis pun sudah sering melihat iklan seperti ini baik untuk karir di dalam maupun di luar negeri.
Kondisi ini bukan tanpa alasan, karena sesungguhnya pendidikan calon penerbang maupun teknisi di negeri ini sudah diperhitungkan oleh dunia internasional.